Search This Blog

Loading...

Thursday, April 5, 2012

Proses Difusi dan Osmosis

Diposkan oleh Nida Shafiyanti di 6:15 AM

BAB I
PENDAHULUAN


1.1. Latar Belakang
Kami melakukan eksperimen mengenai difusi dan osmosis untuk mengetahui bagaimana proses difusi dan osmosis tersebut berlangsung. Selain itu kami membuat laporan praktikum biologi ini untuk memenuhi tugas yang diberikan oleh Ibu Dewi Saribanon.
          Pada sel dapat dibedakan menjadi transport pasif dan transport aktif. Transport pasif tidak memerlukan energy, sedangkan transport aktif memerlukan energy. Transport pasif dapat dibedakan menjadi difusi dan osmosis.  Sedangkan transport aktif meliputi transport pompa ion, endositosis, dan eksositosis. Difusi adalah perpindahan zat-zat terlarut dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah.
          Sedangkan osmosis merupakan perpindahan zat-zat terlarut dari konsentransi rendah ke konsentrasi yang lebih tinggi.
          Kami menganggap bahwa meneliti tentang proses difusi dan osmosis menarik. Oleh karena itu, kami ingin meneliti lebih jauh mengenai proses difusi dan osmosis.


1.2  Rumusan Masalah
Lalu, dari berbagai masalah yang menarik, maka kami memutuskan akan membahas tentang, “ Bagaimana proses difusi dan osmosis berlangsung?”

1.3  Tujuan Praktikum
Tujuan kami melakukan eksperimen ini adalah untuk mengetahui bagaimana proses difusi dan osmosis yang terjadi di telur dan usus.

1.4  Hipotesis
Hipotesis yang kami buat adalah :
·        Pada telur yang ditaruh didalam air garam : air garam masuk ke telur melelui pori-pori cangkang telur yang sudah kami amplas sehingga menjadi tipis.
·        Pada telur yang ditaruh di luar : telur menjadi busuk, karena banyak mikroba yang masuk melalui cangkang yang sudah ditipisi.
·        Pada usus yang diisi air : usus mengalami krenasi.
·        Pada usus yang direndam air garam : usus mengalami krenasi.





BAB II
PELAKSANAAN PRAKTIKUM

2.1 Tempat dan Waktu Praktikum
      Eksperimen ini kami lakukan pada,
          Hari dan tanggal   : Rabu-Kamis dan Jum’at, 12-13 dan 28    Agustus 2009
          Tempat                 : Laboratorium Biologi SMAN 8 Tangerang

2.2 Variabel Penelitian
       Variabel bebas      :Air garam, air gula, dan aquades
         Variabel  terikat   :Telur dan usus
         Variabel control   :Sarana dan Prasarana

2.3 Alat dan Bahan
Alat :
1.    Amplas
2.   Toples ukuran besar
3.   Cawan patri
4.   Lap bersih
Bahan :
1.    Telur bebek 11 butir
2.   Usus kambing
3.    Garam
4.    Air
5.    Gula
2.4 Langkah-Langkah Kerja
Telur bebek :
1.    Pastikan seluruh alat yang digunakan dalam keadaan bersih dan kering,
2.   Cuci bersih semua telur bebek,
3.   Lalu keringkan telur dan amplas sampai cangkang telur terlihat sedikit putih dan tipis,
4.   Lalu larutkan garam dengan air panas dengan perbandingan 1 : 3,
5.   Setelah larut, tunggu hingga air garam menjadi hangat-hangat kuku,
6.   Lalu masukkan 10 telur bebek yang telah di amplas dan pisahkan 1 telur diatas toplesnya, lalu diamkan selama 15 hari dan amati telur tersebut.

USUS
1.    Pertama, cuci usus hingga bersih
2.    Lalu ikat salah satu ujung usus,
3.           Masukkan air garam kedalam usus lalu ikat ujung usus lainnya dan gantungkan,
4.    Beri wadah untuk menampung air yang menetes,
5.           Ambil usus lainnya, lalu masukkan ke dalam gelas ukur yang telah diisi air gula, air garam dan air bersih,
6.    Lalu diamkan selama 24 jam dan amati hasilnya.


2.5 Analisis Praktikum
           Setelah kami melakukan eksperimen dengan menggantung usus yang diisi air dan merendam usus dengan air garam, air gula, dan aquades, maka kami dapat mengetahui proses osmosis pada usus. Air dapat keluar dari usus yang digantung meskipun usus tersebut tidak diberi lubang.
           Sedangkan pada telur, kami dapat mengetahui proses difusi pada telur yang dibiarkan pada udara terbuka, dan osmosis pada telur yang direndam pada air garam.


BAB III
DATA PRAKTIKUM

 

   

   

  


 


BAB IV
PEMBAHASAN

(+)     Faktor-faktor yang mendukung dalam eksperimen kami adalah :
         - Adanya alat-alat praktek atau sarana yang cukup memadai.
         - Adanya prasarana dan tempat yang memadai, yaitu di laboratorium          SMAN 8.
         - Bantuan dari rekan-rekan.
         - Bimbingan dari Ibu Dewi selaku guru pembimbing kami dalam
           pelajaran Biologi.

(-)      Faktor-faktor yang menghambat eksperimen kami adalah :
         - kecerobohan anggota kelompok pada saat melakukan percobaan.
         - proses pengamplasan telur yang kurang sempurna.




BAB V
KESIMPULAN

         Berdasarkan dari hasil eksperimen, ternyata, hipotesis yang kami buat TERBUKTI.
         Maka kesimpulannya adalah,
·        usus yang digantung       : mengalami krenasi, karena air menetes ke luar sehingga kadar air dalam usus brkurang.
·        Usus yang di rendam air garam : mengalami krenasi, karena air diserap oleh larutan garam .
·        Usus yang di rendam air gula : banyak terdapat semut di permukaan usus.
·        Telur yang di rendam air garam : larutan garam masuk ke dalam telur melalui pori-pori, sehingga telur menjadi asin dan kuning telur berwarna kemerahan.
·        Telur yang dibiarkan pada udara terbuka : kuning telur menjadi encer dan berbau busuk.



Download for free here..

    

0 komentar:

Post a Comment

 

Sekolahku Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review